Glebe, Tempat Pacaran Asyik Di Kota Kutu Buku

By | September 29, 2016

 


KOMPAS.com
– Desiran angin musim semi tiba meniupkan hawa dingin di Glebe pada sore itu. Dikenal sebagai salah sesuatu “rumah” para kutu buku, desa ini menawarkan beragam pesona yang lain yg layak disambangi pelancong.

Rangga (32), Anggun (28), misalnya, pada sore itu coba menjajal sensasi berkelana di sana pada awal musim semi. Bersama pejalan kaki lain, mereka memasuki restoran atau kedai kopi buat menghangatkan diri.

Rangga menjatuhkan pilihan di Cafe Bariloche, salah sesuatu coffee shop kecil di Glebe Point Road (GPR). Di dalam, ruangan telah penuh mulai kepulan asap dari cangkir-cangkir kopi pengunjung.

Seduhan long black coffee dan latte lekas mengembalikan semu merah di muka pucat sepasang kekasih itu. Glebe pada bulan September memang terbilang masih bersuhu rendah. Namun, hal tersebut tak menyurutkan niat kunjungan mereka.

Kehangatan justru lebih mereka rasakan dari indahnya suasana desa kecil di suburban Sydney, Australia, itu.

Siang hari menjadi sejuk karena suhu berkutat di angka 22 derajat Celcius. Dinginnya malam pun berubah riang karena terbukanya kesempatan lebih tidak jarang bergandengan tangan.

Jadwal pasangan itu di Glebe memang tak padat. Mereka berencana traveling dengan gaya get lost atau pacaran santai di wilayah ini.

Sebelumnya, Rangga dan Anggun mengunjungi Glebe Library yg tidak jauh dari Cafe Bariloche. Perpustakaan lokal itu dipenuhi jejeran rak buku dari beragam genre, dan dilengkapi koleksi CD, DVD, majalah, serta koran harian.

Pengunjung dibebaskan membaca hingga perpustakaan tutup. Asyiknya, anggota perpustakaan diperbolehkan meminjam hingga 30 macam koleksi selama tiga minggu.

Ya, Glebe memang milik nama lain, merupakan surga para pecinta buku. Selain Perpustakaan Glebe, wilayah ini diapit beberapa universitas dengan perpustakaan besar dan taburan toko buku.

Thinkstock Kota para kutu buku ini mampu memanjakan wisatawan dengan berbagai fasilitas yg diberikannya. Salah satunya adalah dua taman besar yg tersebar di dua wilayah, misalnya Bicentennial Park.

Berjejer juga berbagai kedai kopi di sepanjang GPR. Tempat itu sampai terkenal sebagai rumah para mahasiswa dan akademisi yang lain buat berdiskusi dan berbagi ilmu.

Selain perpustakaan dan kedai kopi, jalan-jalan santai bersama juga mereka lakukan di GPR. Toko-toko eksentrik bertaburan dan menanti wisatawan walau sekadar window shopping.

Pengunjung di sepanjang jalan itu tidak perlu takut kepanasan karena pepohonan rimbun bersiap menaungi. Fasilitas trotoar megah dengan pemandangan arsitektur bernuansa era Victoria pun ditawarkan bagi memanjakan mata pengunjung.

Ketika perut lapar, Glebe menawarkan pula beragam restoran dengan cita rasa berbeda, seperti menu khas Thailand, India, Jepang, Korea, atau Nepal.

Memanjakan wisatawan

Pesona Glebe tentu tak cuma mampu dinikmati oleh Rangga dan Anggun, tapi juga buat pelancong yg berkunjung ke sana.

Kota para kutu buku ini bisa memanjakan wisatawan dengan berbagai fasilitas yg diberikannya. Salah satunya adalah dua taman besar yg tersebar di dua wilayah, misalnya Bicentennial Park.

Taman yg menghadap ke teluk Blackwattle ini cocok dijadikan destinasi piknik bersama pasangan Anda. Sembari duduk-duduk, Anda mulai melihat pemandangan kaki langit Sydney dan panorama menakjubkan teluk Rozelle di seberang jembatan Anzac.

Thinkstock Pesona Glebe tentu tak cuma dapat dinikmati oleh Rangga dan Anggun, namun juga buat pelancong yg berkunjung ke sana.

Pihak taman menyediakan tempat khusus bagi bersantai berupa hamparan lapangan hijau luas beratapkan pepohonan rindang. Tersedia gazebo lengkap dengan pemanggang barbeque, keran air minum, serta toilet umum.

Wisatawan sama sekali tak dipungut biaya bagi masuk dan menikmati seluruh fasilitas taman Bicentennial. Anda dan pasangan pun bisa melepas lelah tanpa mengeluarkan biaya.

Sekadar catatan, jangan tinggalkan Glebe sebelum Sabtu datang seandainya ingin memanjakan kekasih Anda. Pasalnya, Glebe Market, atau pesta pasar murah, cuma berlangsung setiap hari itu.

Wisatawan mampu menemukan berbagai barang unik, akan dari pakaian bergaya bohemian sampai burger tempe. Ada pula petani penyedia hasil bumi segar dan pengrajin penjual hasil karya seni mereka di situ.

Acara ini biasanya diadakan di tengah taman dan ditemani dengan penampilan band-band lokal. Anda dan pasangan pun mampu berbelanja diiringi lantunan lagu penduduk setempat.

Lebih asyik lagi apabila wisatawan tiba ketika berlangsungnya Glebe Street Fair setiap November. Laiknya Car Free Day di Jakarta, jalanan mulai ditutup bagi mengakomodasi puluhan kios sekaligus peserta festival.

Seperti kata Mark Twain, tak ada cara lebih pasti bagi memastikan perasaan pada seseorang selain bepergian bersama mereka. Banyaknya destinasi di Glebe dapat menolong Anda dan pasangan buat pacaran santai sekaligus saling mengenal lebih jauh.

Sebelum berangkat, rancang serta temukan harga terbaik buat kamar hotel dan tiket pesawat melalui situs travel, seperti Wego. Anda dapat pula menggali berbagai informasi mengenai destinasi dan tujuan menarik lainnya di Australia.

Selamat bertualang bersama pasangan!

Sumber: http://travel.kompas.com