Lenggak-lenggok Gadis Kazakhstan Menari Sintren Cirebon

By | October 5, 2016

ASTANA, KOMPAS.com — Tepuk tangan meriah terdengar ketika empat gadis Kazakhstan berlenggak-lenggok menari sintren di depan puluhan mahasiswa Universitas Kazguu, Astana. Mereka cukup lincah bergoyang mengikuti irama musik yg ceria.

Sintren adalan kesenian tari tradisional masyarakat Jawa, khususnya di Cirebon. Kesenian ini terkenal di pesisir utara Jawa Barat dan Jawa Tengah, antara yang lain di Indramayu, Cirebon, Majalengka, Jatibarang, Brebes, Pemalang, Tegal, Banyumas, Kuningan, dan Pekalongan.

Gerakan mereka memang tak kelihatan terlalu gemulai, tapi mampu mengikuti irama musik kontemporer yg lebih menghibur. Maklum saja, mereka baru belajar beberapa bulan buat dapat membawakan tarian itu.

Adalah Agung Saputra (28), staf Kedubes RI buat Kazakhstan, yg mengajari mereka tarian tersebut. Menurut Agung, tarian itu memang memasukkan gerakan kreasi modern, tapi kental dengan unsur gerakan tradisional Indonesia.

Dok. Hendri Hidayat Para mahasiswi Kazakhstan yg belajar tarian Indonesia.

Agung menceritakan, gadis-gadis penari yang berasal Kazakshtan itu yaitu mahasiswi dari dua universitas yg memang tertarik dengan Indonesia.

“Mereka sangat bersemangat belajar tentang Indonesia. Kesibukan mereka di luar sebagai mahasiswi di berbeda universitas, tapi mereka masih mampu meluangkan waktu tiba ke rumah budaya KBRI Astana bagi belajar nari,” kata Agung kepada Kompas.com, dua waktu lalu.

Pria yg bekerja di Kedubes RI sejak Februari 2015 ini mengatakan, remaja Kazakhstan yg berminat belajar tarian Indonesia ini belum terlalu banyak. Namun, Culture Center KBRI di Astana tetap berusaha mengajak remaja setempat buat mengenal budaya Indonesia.

Setiap hari, pulang bekerja di Kedubes RI buat Kazakhstan, Agung yg yaitu lulusan ISI Yogyakarta ini segera mengajar tari, bahkan pada ketika akhir pekan.

Ana Shofiana Syatiri Promosi budaya Indonesia di Astana Leisure.

Selain melalui tarian, ada juga permainan angklung. Dalam setiap promosi kebudayaan Indonesia di negeri itu, tarian dan angklung terus disajikan.

Pengenalan budaya Indonesia di Kazakhstan ini memang menjadi program utama Duta Besar RI buat Kazakhstan, Foster Gultom. Dia sengaja mencari staf yg juga mampu mengajarkan budaya Indonesia, salah satunya melalui tarian.

“Ya, bisa Agung dari ISI Yogyakarta,” kata dia.

Dia berharap, dari program ini, lebih banyak lagi warga Kazakhstan yg belajar tentang Indonesia. Dengan begitu, mereka mau berkunjung ke Indonesia, suatu saat.
Sumber: http://travel.kompas.com