Kisah Koki Kaki Lima Dapat Penghargaan Michelin Star

By | October 5, 2016

JAKARTA, KOMPAS.com – Michelin Star adalah penghargaan bergengsi di dunia kuliner yg diberikan kepada restoran yg diakui kualitas makanannya sangat baik sehingga sangat layak bagi dikunjungi. Konon cuma ada sesuatu dari 10.000 restoran yg berkesempatan buat mendapatkan penghargaan ini. Rata-rata restoran adalah restoran kelas papan atas, alias rasa memang sebanding dengan harga.

Namun di Singapura, ada sesuatu kios makanan yakni Hong Kong Soya Sauce Chicken Rice and Noodle yg bagi pertama kalinya mencatat sejarah bagi penghargaan Michelin. Kios atau akrab juga disebut ‘hawker’ di Singapura punya Chan Hon Meng ini menjadi kios pertama yg mendapat penghargaan Michelin Star!

“Aku sangat senang. Tak pernah menyangka makanan kaki lima mampu mendunia,” kata Chan Hon Meng, koki kelahiran Malaysia yg berusia 51 tahun.

Chan sudah membuka kiosnya selama 35 tahun, ia pertama kali belajar membuat sajian nasi ayam dan mi ala saus Hongkong ini lewat koki asli Hongkong.

“Aku bilang saya tidak pernah mendengar penghargaan Michelin Star sebelumnya. Memangnya makanan kaki lima mampu masuk nominasi?” kata Chan pada juri penilai ketika berkunjung ke kiosnya.

“Dia bilang, ‘kami cuma menilai makanan, bukan tempatnya’,” sambung Chan.

Chan Hong Meng, koki kaki lima Singapura mampu penghargaan Michelin Star.

Sebagai informasi, kios Chan sebelum mendapat penghargaan Michelin Star sebenarnya sudah ramai dikunjungi warga lokal Singapura. Antreannya telah sangat panjang dan sekarang makin bertambah panjang setelah namanya harum, menyabet penghargaan bergengsi dunia ini.

“Mimpiku ada lebih banyak makanan dari Singapura dan pedagang kaki lima berbakat yg ditemukan. Bukan cuma bagi diriku tetapi buat segala orang. Aku bermimpi makanan kalian bisa dinikmati di tingkat internasional,” kata Chan.

Jika ingin menjajal masakan Chan, Anda mampu berkunjung ke Chinatown Complex, yg beralamat di 335 Smith Street. Karena jumlah pengunjung yg melonjak tajam, Chan bekerja hampir 17 jam setiap hari, menjual 180 potong ayam dalam sehari. Biasanya pukul 16.00 atau 17.00 makanan di kios Chan telah habis.

Kabar gembiranya, meskipun mendapat penghargaan Michelin Star, harga masakan Chan tetap sama, yakni 1,85 dollar AS atau setara dengan Rp 25.000, murah bukan? Menurut Chan, dirinya sebisa mungkin mempertahankan harga tersebut, meskipun harga bahan makanan mengalami fluktuasi.

Sumber: http://travel.kompas.com