‘MISS PEREGRINE’, Kaya Visual Keren Namun Miskin Jalan Cerita

By | October 7, 2016

Suka dengan film-film fantasi dengan tone yg dark serta karakter-karakter aneh jenis ALICE IN THE WONDERLAND atau MALEFICENT? Well, film ini mungkin cocok untukmu. Dengan judul yg panjang, MISS PEREGRINE’S HOME FOR PECULIAR CHILDREN ternyata suguhkan dua hal yg cukup membuatmu mikir.

Film ini terinspirasi dari buku dengan judul yg sama karya Ransom Riggs tahun 2011. Kenapa terinspirasi? Karena cerita film ini tak sama persis dengan yg ada di buku. Jadi kalau kamu telah baca bukunya dan berharap lebih dalam film ini, dapat saja kamu kecewa.Atau malah tidak. Ada sesuatu faktor yg menentukan film ini bagus dari sisi visual atau tidak: Tim Burton. Silakan lihat laman Wikipedianya dan cek list film yg telah digarapnya, kira-kira dapat kamu simpulkan sendiri tone film dan visualnya bakal seperti apa.Film ini bercerita tentang Jake (diperankan Asa Butterfield) yg mencari tahu penyebab kematian kakeknya, Abe (Terrence Stamp) secara misterius. Penelusurannya membawa Jake menuju rumah Miss Peregrine (Eva Green), pengasuh anak-anak dengan kemampuan khusus.Soon, Jake sadar seandainya dia harus menghadapi musuh yg enggak enteng, Mr. Barron (Samuel L Jackson) yg hobi memakan mata para Peculiar (anak-anak dengan kemampuan khusus) beserta pasukan Hollow yg cuma dapat dilihat oleh Jake.Dari sisi plot cerita, nothing special sih sebenarnya. Plot tentang seseorang yg memasuki dunia baru, lantas menjadi pahlawan karena dianggap mempunyai satu yg dapat melawan makhluk jahat dalam dunia tersebut telah ada sejak jaman film Alice In the Wonderland pertama kali diluncurkan.Begitu pula dengan jalinan cerita yg ditawarkan. Tim Burton sengaja menyetting film ini agar masih cocok seandainya ditonton oleh anak umur 12 tahunan, jadi jangan harap kamu mendapatkan plot twist, sumpah serapah, adegan seks atau kissing yg berlebihan, dan bunuh-bunuhan. Tim tampaknya menghindari itu semua, walaupun dalam dua website, reviewers katakan bahwa film ini masih enggak layak tonton bagi bocah karena tone gelap dan dua karakternya yg menakutkan. Tapi seperti dibilang di awal tadi, yg harus digarisbawahi dalam film ini adalah: Visual. Yap, Tim Burton memang sangat detail banget dalam film ini, yg paling kentara adalah setting tahun 40-an yg otentik. Belum lagi tampilan penuh warna yg mulai membuat dirimu betah menonton film ini, walaupun jalan ceritanya terkesan standar.Satu lagi, CGI. Yap, Tim juga menyuguhkan tampilan CGI yg mampu membuat kami terkagum-kagum. Seakan segala hal nyentrik bin aneh yg ada di otak Tim keluar segala dalam film ini. cuma ada dua hal yg agak mengganjal, terutama CGI dari sosok Hollow yg terkesan seadanya, budget tipis kah? Dengan budget 1,4 Triliun, cuma selisih 500 miliar dari ALICE IN THE WONDERLAND, tampaknya berlebihan seandainya dibilang budget film ini mepet.At the end, kalian tetap harus menyajikan hiburan yg menyenangkan untuk putra putri kalian kan? Jika kamu milik anak di bawah 13 tahun, better stay away from this movie. Yes, memang Tim Burton telah semampunya membuat film ini agar cocok ditonton oleh seluruh orang, tetapi tetap saja ada bagian yg dirasa sangat creepy, bahkan bagi ukuran orang dewasa sekalipun.Namun begitu, acung jempol bagi salah sesuatu lagi karya Tim Burton yg menakjubkan. Bukan dari jalinan cerita, namun dari imajinasi liarnya yg dapat dituangkan dengan baik ke dalam sisi visual. Tonton film ini, dan bersiaplah dibawa ke dalam dunia imajinasi versi Tim Burton. (kpl/frs)
Sumber: http://www.merdeka.com