Pasca Turis Asing Coreti Terumbu Karang, GIPI Bali Pun Beraksi

By | October 10, 2016

KLUNGKUNG, KOMPAS.com – Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Bali melakukan rehabilitasi terhadap terumbu karang yg mengalami kerusakan. Rehabilitasi menggandeng perkumpulan penyelam profesional Bali.

Selain bertepatan dengan Hari Pariwisata Dunia, aksi tanam terumbu karang juga karena dua waktu lalu, terumbu karang di perairan, Toya Pakeh, Nusa Penida, Klungkung dirusak dengan coretan wisatawan. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yg ikut dalam acara ini mengaku senang dan mendukung apa yg dikerjakan pelaku pariwisata di daerah.

“Pemerintah menyambut baik. Setiap inisiasi dari stakeholder maupun perorangan dan kelompok, kami sambut baik selama menyehatkan lingkungan kita. Indonesia ini adalah negara yg dibanggakan di Asia terlengkap keanekaragaman hayatinya,” kata Andi Rusandi, Direktur Konservasi dan Keanekaragaman Hayati KKP, Klungkung, Bali, Sabtu(8/10/2016).

Kementerian Kelautan dan Perikanan juga mengajak seluruh pihak terkait buat bersama menjaga lingkungan laut. Bagi operator yg memandu wisatawan diharapkan memantau dan mensosialisasikan bahwa terumbu karang dan ekosistem laut harus dijaga.

“Beberapa waktu dahulu ada wisatawan yg melakukan corat-coret, kalian mulai transplantasi buat mengembalikan karang agar terjaga dengan baik. Kegiatan ini mulai kalian jadikan kegiatan rutinitas,” kata Ketua GIPI Bali, Ida Bagus Agung Partha Adnyana.

Hal yg memicu keprihatinan pelaku pariwisata dan pemerintah daerah pada ketika diketahui wisatawan yang berasal China melakukan corat-coret ketika menyelam. Untungnya, telah diketahui dari grup wisata mana, sehingga operator pemandu wisata berkenan bertanggung jawab atas perbuatan wisatawan yg dibawanya dan bersedia membiayai rehabilitasi. Beruntung, kerusakan tak banyak sehingga cukup diberi peringatan dan biaya rehabilitasi. 

Sumber: http://travel.kompas.com