Ada Apa Di Desa Wisata Serangan Bali?

By | October 10, 2016

DENPASAR, KOMPAS.com – Serangan adalah sebuah kelurahan yg berada di Kecamatan Denpasar Selatan, Bali, yg letaknya sekitar 10 kilometer ke arah Selatan dari pusat kota Denpasar. Dulu, Serangan adalah sebuah pulau yg terpisah dengan daratan Pulau Bali, tetapi akhirnya dikerjakan reklamasi sehingga menyatu.

Lokasi yg dikelilingi pohon mangrove ini sangat tampak indah dan menyejukkan seandainya pertama masuk pintu gerbang kawasan. Berikut dua destinasi wisata yg mampu ditemui wisatawan di Pulau Serangan

1. Kampung Nelayan

Nelayan telah menjadi pekerjaan sebagian masyarakat Serangan sejak zaman kerajaan dulu. Awalnya mereka adalah para nelayan yg berasal dari Makassar dan melaut sampai ke wilayah perairan Serangan.

Hingga kini, keturunan para nelayan etnis Bugis masih tinggal dan berkembang hingga dua generasi yg menjadi penghuni tetap wilayah ini.

Tribun Bali/Cisilia Agustina Siahaan Masjid Assyuhada

2. Masjid Assyuhada

Masjid ini terletak di Kampung Bugis, Jalan Tukad Pekaseh yg berdiri sejak abad ke-17 di mana pelaut Bugis masuk wilayah ini. Masjid ini digagas oleh seorang ulama besar yang berasal Makassar (Ujung Pandang) bernama Syeikh Haji Mu’min.

Selain Masjid Assyuhada yg menjadi ikon kampung Bugis ini, ada hal yang lain yg cukup menarik wisatawan di antaranya keberadaan Al Quran kuno dan makam kuno yg masih dirawat dengan baik hingga sekarang.

“Saya keturunan kelima. Leluhur aku dahulu membawa kapal bugis dan mendarat pertama kali di Singaraja yg sekarang juga di kenal dengan Kampung Bugis. Dan akhirnya menetap di Serangan, dan membangun Kampung Bugis,” kata Siti Sapurah, di Denpasar, Jumat (7/10/2016).

KOMPAS.com/SRI LESTARI Wisata bahari di Desa Wisata Serangan, Kecamatan Denpasar Selatan, Bali.

3. Wisata Bahari

Destinasi wisata bahari di perairan Serangan memang tidak kalah menarik dibanding wisata bahari yang lain seperti di Nusa Dua, Kuta, Legian, Sanur dia lainnya. Banyak pihak biro perjalanan mengantar tamunya atau wisatawan berkunjung bagi bermain aneka permainan wisata air seperti jet ski, parasailing dan lainnya.

“Sering aku bawa tamu aku ke sini (Serangan). Tempat ini kan memang agenda travel kami, karena di sini bagus sekali, wisatawan senang,” kata Wayan Murtika, salah sesuatu pemandu wisata ketika mengantar wisatawan ke Serangan.

4. Turtle Park Serangan

Tempat ini terdapat aneka penyu dan pernak pernik penyu. Lokasinya berada di Jalan Tukad Punggawa. Selain Turtle Park ini, ada lagi pusat konservasi dan pendidikan penyu yg berada di kawasan Serangan merupakan di Jalan Tukad Wisata.

KOMPAS.com/SRI LESTARI Turtle Park di Desa Wisata Serangan, Kecamatan Denpasar Selatan, Bali.

Di tempat ini mulai dilihat bagaimana proses dari penyu bertelur, menetas menjadi tukik dan dewasa menjadi penyu.

Kawasan Serangan tak terlalu luas sehingga tak memakan waktu banyak buat menuju sesuatu tempat ke tempat lainnya.

“Tadi aku antar tamu dari Turtle Park, lanjut ke konservasi penyu. Mereka ingin melihat penetasan telur penyu, ingin lihat tukik,” kata Made Dharma, salah sesuatu pemandu wisata.

“Saya suka sekali. Senang, senang sekali,” kata Garry, wisatawan yang berasal Kanada.

5. Pura Sakenan

Pura ini dibangun sejak abad ke-10 Masehi oleh Mpu Kuturan atau Mpu Rajakretha. Bangunannya mengadopsi konsep yg dibawa dari Majapahit, Jawa Timur. Pujawali atau piodalan atau upacara keagamaan yg besar dikerjakan setiap 210 hari sekali atau bertepatan dengan Hari Raya Kuningan.

KOMPAS.com/SRI LESTARI Pura Sakenan di Desa Serangan, Denpasar, Bali.

Pura Sakenan ini kadang juga dijadikan tempat melakukan persembahyangan umat Hindu. Karena Pura Sakenan sarat menyimpan sejarah, banyak wisatawan yg kadang berkunjung dan mengabadikan dengan foto.

Jika mulai masuk ke pura ini harus mengikuti aturan, di antaranya tak sedang haid buat wanita, berpakaian sopan dengan mengenakan penutup kain di badan atau pakaian adat dan meminta izin kepada pengurus pura seandainya mulai masuk area.

Sumber: http://travel.kompas.com