Lenggoksono, Surga Peselancar

By | October 27, 2016

ANGIN kencang dan gulungan ombak setinggi 2 meter menjadi bagian tak terpisahkan dari Pantai Lenggoksono di Desa Purwodadi, Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Didukung keadaan dasar perairan yg berpasir, membuat pantai di teluk ini aman buat berselancar.

Pantai Lenggoksono, Senin (17/10/2016) siang, gegap gempita. Diiringi tari tradisional dan lagu dangdut oleh biduan lokal, sejumlah peselancar asing dan dalam negeri berulang kali coba menaklukkan ombak. Mereka berenang ke tengah laut, menyongsong bibit ombak yg kemudian menggulung dan pecah di pantai.

Terik matahari tak menyurutkan niat mereka. Meskipun musim ombak tinggi yg biasanya terjadi pada bulan Agustus sudah berlalu, sebagian peselancar begitu menikmati.

(BACA: Bisnis “Surfing” di Bali Menjanjikan, tetapi…)

Sebagian dapat ”menari” di atas ombak dua detik, tapi sebagian yang lain cuma bertahan singkat, jatuh ditelan ombak.

”Ombaknya bagus, tak terlalu tinggi, tapi juga tak kecil,” ujar Mattew Downie, peselancar yang berasal Skotlandia. Ini adalah kali pertama ia berselancar di Malang.

Selain Mattew, ada pula peselancar yang berasal Inggris, Austria, Jeman, dan Jepang. Adapun peselancar dalam negeri, antara yang lain Salini Rengganis dan Mustofa Jecksen.

Mereka menyemarakkan ajang Singhasari International Surfing Exhibition, ajang mengenalkan potensi pantai selatan Malang ke kancah internasional.

Sumber: http://travel.kompas.com