Legitnya Dodol Betawi Inti Sari, Eksis Sejak 1970

By | November 4, 2016

BANTEN, KOMPAS.com — Salah sesuatu makanan khas Betawi yg banyak dikenal masyarakat adalah dodol. Makanan manis yg legit ini disukai oleh banyak orang. Terlebih lagi, sesuai zaman, varian rasa dodol Betawi juga kian berkembang.

“Ini ada rasa Original, Ketan Item Original, Duren, sama Original Wijen. Best seller-nya yg Original sama Ketan Item,” kata Abi, penerus usaha Dodol Rizal “Inti Sari” yg sudah eksis sejak tahun 1970.

Abi bersama beberapa rekannya hadir pada Pekan Raya Indonesia menjajakan produk Betawi yg akan langka di pasaran, seperti dodol, bir pletok, kembang goyang, dan kue cincin.

(BACA: 4 Kuliner Legendaris Wajib Coba di Pekan Raya Indonesia)

Abi meneruskan usaha turun-temurun dari orangtuanya, yg sudah berbisnis dodol dari tahun 1970-an. Biasanya Abi bersama rekannya menjual dodol Betawi dalam ajang Car Free Day, di Bundaran Hotel Indonesia Jakarta, dan di Situ Babakan setiap hari Minggu. Sehari-hari, ia menerima pesanan dodol di rumahnya yg berada di daerah Pejaten.

“Kami diundang sama panitia (PRI). Sebelumnya, kita survei lalu acaranya menarik atau tidak, baru kita ikut. Kalau di PRJ kalian rutin. Alhamdulillah walau PRI acara perdana, tapi sukses, jualannya laku,” kata Abi ketika ditemui di booth-nya di PRI, Selasa (1/11/2016).

Ia mengaku pada akhir minggu mampu menghabiskan beberapa kenjeng (penggorengan besar) berisi dodol. Setengah kilogram dodol dijual Rp 50.000, sedangkan sesuatu kemasan dodol ukuran sedang dijual Rp 15.000.

Dodol Betawi Rizal ‘Inti Sari’ memiliki cara promosi unik, yakni tester dodol hangat dari kenjeng langsung.

“Banyak langganan nanya, kenapa harga dodolnya lebih mahal di PRI. Ini karena kami kena potongan 30 persen dari panitia,” kata Abi.

Ia mengaku biasa menjual dodol setengah kilogram dengan harga Rp 35.000. Meski harga dinaikkan, tetap Dodol Rizal “Inti Sari” ini laris manis dibeli pengunjung PRI.

Dari pantauan KompasTravel, selama 15 menit, Abi mampu menjual 20 dodol ukuran sedang. Meski dodol cuma mampu dibayar dengan voucer yg ditukarkan dengan jumlah uang, hal tersebut tidak menurunkan niat pengunjung bagi membeli Dodol Rizal “Inti Sari”.

Larisnya Dodol Rizal “Inti Sari” ini sebenarnya disebabkan oleh cara promosi yg unik. Dua kenjeng dan bahan kuningan besar masing-masing berisi Dodol Duren dan Dodol Ketan Item selalu dimasak oleh beberapa rekan Abi. Proses pengadukan sesuatu kenjeng dodol memakan waktu empat jam.

Uniknya, sembari mengaduk, Abi menyiapkan stik es krim agar pegunjung bisa mencolek dodol yg masih hangat dan merasakan sendiri rasa dodol tersebut. “Ayo, ayo dicoba. Habis coba, dibeli,” demikian promo Abi kepada pengunjung.

KOMPAS.COM/SILVITA AGMASARI Dodol Rizal ‘Inti Sari’ di ajang Pekan Raya Indonesia (PRI) yg diselenggarakan di Indonesia Convention Exhibition, Serpong, Banten, Selasa (1/11/2016). PRI digelar sejak 20 Oktober hingga 6 November 2016.

Dodol Rizal “Inti Sari” adalah salah sesuatu dari 100 pengisi gerai bidangmakanan yg berjualan di Pekan Raya Indonesia. PRI membagi para pengisi gerai menjadi tiga segmen, merupakan Kuliner Warisan Nusantara yg menghadirkan kuliner legendaris Indonesia, Urban Culinary yg menghadirkan kuliner dengan berbagai variasi modern yg umumnya ditemui di wilayah perkotaan, serta Food Truck atau mobil yg menjadi tempat menjual makanan dan minuman.

Pengunjung bisa menjajal kuliner ini dari 20 Oktober hingga 6 November 2016 dalam ajang PRI yg diselenggarakan di Indonesia Convention Exhibition, Serpong, Banten.   

Sumber: http://travel.kompas.com