Menapaki Jejak Thomas Karsten, “Si Perancang Modernisme Semarang”

By | November 12, 2016

SEMARANG, KOMPAS.com – Semarang yaitu salah sesuatu kota yg memiliki banyak peninggalan masa kolonial Belanda, terbukti dengan berbagi bangunan masa kolonial yg masih terjaga.

Di antaranya ialah Kota Lama, Pasar Johar, hingga Gedung Kesenian Sobokartti. Menelusuri jejak-jejak keindahannya mampu menjadi itinerary berlibur yg unik.

Berbagai bangunan eksotis warisan kolonial hingga penataan kawasan di Semarang ternyata hasil rancangan arsitek tersohor, merupakan Herman Thomas Karsten. Dari hasil karyanya lah ia kadang disebut “Perancang Modernisme Semarang”, dan Semarang pun kerap disebut-sebut “kotanya Karsten” sejak zaman kolonial.

(BACA: Ini Dia Lumpia Tertua di Semarang…)

Berbagai bangunan warisan Belanda pun masih terjaga hingga ketika ini. Komunitas Sejarah Lopen Semarang mengajak wisatawan bagi coba menelusuri jejak-jejak mahakarya Karsten di Semarang, bertajuk “Jelajah Warisan Karsten” pada Sabtu (5/11/2016).

“Rangkaian wisata ini salah sesuatu cara bagi mengenang kembali karya-karya arsitek Herman Thomas Karsten di Semarang,” ujar Yogi, Koordinator Komunitas Sejarah Lopen Semarang ketika mengawali perjalanan tersebut.

Komunitas Sejarah Lopen Semarang Kantor Asuransi Jiwasraya, yg dulu yaitu kantor dari NILLMIJ (Nederlandsche Indische Lifrente Levensverzekering Maatschappij), salah sesuatu perusahaan kereta atau trem besar di masa kolonial. Bangunan tiga lantai yg dibangun pada 1916 ini memiliki elevator yg diyakini sebagai yg tertua di Indonesia.

Teriknya matahari di Semarang menyambut 45 wisatawan yg terdiri dari wisatawan asing, domestik, dan pelajar. Perjalanan kalian pun berawal dari Gedung Kesenian Sobokartti, di bilangan dr. Cipto Semarang. Bangunan tersebut dirancang Karsten dengan mengombinasikan pendopo Jawa dan teater ala Eropa.

Selain mengelilingi mengamati keeksotisan bangunan yg diresmikan tahun 1930 tersebut, para wisatawan pun mendapatkan pelatihan gamelan secara singkat oleh para instruktur senior Sobokarti.

(BACA: 5 Tempat “Selfie” Favorit di Kota Lama Semarang)

Selepas Gedung Kesenian Sobokartti, wisatawan bergeser ke Kawasan Kota Lama Semarang dengan Bus Trans Semarang dan menjelajahi salah sesuatu gedung di sana bekas kantor Semarangsche Handelsvereeniging, Kamar Dagang dan Industri pada masa kolonial.

Selama puluhan tahun bangunan yg dahulunya pernah menjadi awal penyebaran komunis di Hindia Belanda tersebut masih kokoh dengan struktur aslinya.

Komunitas Sejarah Lopen Semarang Teriknya matahari di Semarang menyambut 45 wisatawan yg terdiri dari wisatawan asing, domestik, dan pelajar. Mereka berfoto diatas Gereja Blenduk, salah sesuatu bangunan bersejarah di Kota Lama, Semarang.

Kota Lama memang gudangnya peninggalan kolonial di Semarang. Selain gedung-gedungnya, tata letaknya bangunannya pun salah sesuatu hasil rancangan Karsten.

Salah sesuatu bangunan eksotis lainnya ialah kantor Asuransi Jiwasraya, yg lalu yaitu kantor dari NILLMIJ (Nederlandsche Indische Lijfrente Levensverzekering Maatschappij), salah sesuatu perusahaan kereta atau trem besar di masa kolonial.

Bangunan tiga lantai yg dibangun pada 1916 ini memiliki elevator yg diyakini sebagai yg tertua di Indonesia.

Teriknya cahaya matahari siang itu tak menyurutkan semangat peserta yg rata-rata baru pertama kalinya mengunjungi dan mengetahui cerita-cerita di balik obyek-obyek tersebut.

“Acara ini sebetulnya rangkaian acara dari pameran tentang hidup dan karya dari Herman Thomas Karsten bertajuk Indonesia Bersatulah, Indonesia Bermulialah yg dimulai 19-30 November 2016 di Semarang Contemporary Art Gallery,” ujar Yogi.

Sumber: http://travel.kompas.com