Festival Jamu Dan Kuliner Tradisional Jateng Digelar Di Sukoharjo

By | November 14, 2016

SUKOHARJO, KOMPAS.com – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah kembali menggelar Festival Jamu dan Kuliner Tradisional. Kali ini acara tersebut digelar di Kabupaten Sukoharjo, selaku salah sesuatu sentra jamu terbesar di Indonesia, tepatnya di pelataran The Park Mall, Solo Baru, Sukohajo, Jawa Tengah.

Festival yg memasuki tahun kelima tersebut digelar selama tiga hari, akan 11-13 November 2016. Acara tersebut dibuka oleh Staf Ahli Menteri Pariwisata Bidang Multikultural, Hari Untoro Drajat bersama Asisten Deputi Pengembangan Segmen Pasar Personal, Raseno Arya serta pejabat setempat pada Jumat (11/10/2016) pukul 20.00 WIB.

“Jamu ialah kearifan lokal, ramuan-ramuan yg dimiliki khusus di wilayah Jawa ini. Jamu mampu jadi branding khas Indonesia dalam hal pariwisata, seperti ginseng di Korea, yg dapat dipakai pengobatan maupun kuliner yg khas,” ujar Hari dalam sambutannya, Jumat (11/11/2016).

Ia berharap, ke depan resep jamu bisa menjadi warisan budaya dunia yg masuk ke dalam intangible culture (warisan budaya tidak berwujud) ataupun warisan budaya kuliner.

KOMPAS.com/Muhammad Irzal Adiakurnia Para perwakilan pejabat Kementerian Pariwisata Indonesia, pejabat setempat, dan perwakilan penggiat industri jamu Jawa Tengah meminum jamu secara serempak dalam pembukaan Festival Jamu 2016.

Wakil Bupati Sukoharjo, Aji Purwadi pun dalam sambutannya menyampaikan mulai memaksimalkan kembali potensi jamu yan telah ada di Kabupaten Sukoharjo agar menjadi brand jamu penting di Jawa Tengah.

Kabupaten Sukoharjo sendiri ketika ini sudah memiliki sentra desa wisata jamu, pasar khusus jamu, koperasi hingga berbagai industri jamu.

Sebanyak 65 stan yg terdiri dari UMKM jamu berbagai kota dan kabupaten di Jawa Tengah, Dewan Perwakilan Daerah Jamu Jawa Tengah hingga kuliner Solo Raya turut andil dalam memeriahkan Festival Jamu 2016.

Wisatawan mampu menemukan berbagai macam jamu yg berhasiat menyembuhkan sangat banyak penyakit, mencobanya di setiap stand daerah, juga kuliner olahan jamu tersebut.

Tahun ini wisatawan tidak cuma mampu menikmati jamu, dari berbagai macam dan daerah dengan berbagai keunggulannya. Namun juga mampu belajar membuat, dan berkonsultasi berbagai hal tentang jamu.

Selain itu, festival tahun ini dimeriahkan dengan rankaian talkshow industri dan pengobatan jamu, Festival Kuliner Cabuk Rambak, pagelaran seni budaya, hingga famtrip ke sentra, pasar, dan desa wisata Jamu di Sukoharjo.

Sumber: http://travel.kompas.com