Maskapai Penerbangan Mesti Pahami Kebutuhan Penumpang

By | November 15, 2016

JAKARTA, KOMPAS.com – Maskapai penerbangan mesti memahami kebutuhan penumpang. Seperti salah satunya melalui pelayanan makanan dan minuman. Hal itu diungkapkan oleh Chairman Asia Pacific Onboard Travel (APOT) ASIA, Bambang Sujatmiko. 

“Layanan di penerbangan itu ada yg namanya pre-flight, in flight, dan post-flight. Kita ingin concern di touch point di layanan in flight yg menyentuh pengguna jasa penerbangan. Dari duduk, baca material penerbangan, dan makanan,” kata Bambang ketika dihubungi KompasTravel, Senin (14/11/2016).

Ia menyebutkan layanan-layanan tersebut cuma ada di pesawat-pesawat berjenis Airbus dan Boeing.

“Makanan itu adalah penunjang dari layanan penerbangan. Dalam perjalanan jarak jauh (long haul), tak mungkin kalau tidak ada layanan in flight. Traveler itu bukan cuma naik pesawat, tetapi juga ingin menikmati layanan di dalam pesawat,” jelasnya.

(BACA: Cukup 8 Menit, Ini Rute Penerbangan Internasional Terpendek di Dunia)

Menurutnya, layanan pre-flight dan post-flight dapat dilayani oleh pihak lain. Namun, layanan in-flight seperti makanan dan minuman itu adalah tugas dari maskapai penerbangan.

“Makanan itu adalah kebutuhan dasar manusia. Manusia kalau gak makan mampu mati,” tambah Bambang.

Asia Pacific Onboard Travel atau APOT adalah sebuah organisasi nirlaba bertaraf internasional yg mempunyai tujuan menjadi sebuah wadah yg merangkul perusahaan di bidang penerbangan khususnya dan hospitality pada umumnya. APOT memiliki tujuan bersama bagi mempromosikan destinasi Asia dari segi wisata, produk maupun bisnis.

Anggota APOT terdiri dari Airline Inflight Service Management, Airline Inflight Product Suppliers, Airline Caterers, Airline Travel & Sales Management, Media & Network partners dan Hotels & Hotel Management dan Catering Product Supplier yg keanggotaannya tersebut tanpa dipungut biaya apa pun.

Sumber: http://travel.kompas.com