Kerupuk Mesuji Yang Gurih Dan Lezat

By | November 16, 2016

BANDAR LAMPUNG, KOMPAS.com – Di sebuah daerah terpencil bernama Desa Wiralaga, Kabupaten Mesuji, Provinsi Lampung, di sana lah sebagian besar penduduk Mesuji asli tinggal. Mereka membangun tempat tinggal di tepian sungai.

Ya, orang menyebutnya Sungai Mesuji. Dahulu saat hutan masih lebat transportasi menuju Jakarta mampu segera dilalui lewat sungai tersebut. Di sungai itu banyak sekali ikan yg hidup dan berkembang biak.

Salah satunya ikan lele merah dan ikan gabus. Kedua macam ikan itu kadang digunakan warga setempat buat membuat makanan olahan seperti ikan asin gabus dan kerupuk. Penduduk di sana menyebutnya kerupuk Mesuji.

(BACA: Menyusup ke Dapur Pembuatan Kerupuk Kulit Kerbau)

Bentuknya bulat kriting besar dan rasa ikannya begitu menyolok. Midah (50), warga Wiralaga memproduksi kerupuk tersebut sampai 5 kuintal per bulan.

“Kerupuk ini menjadi makanan sehari-hari orang Mesuji hampir setiap ibu-ibu di sini dapat membuat kerupuk ini,” kata Midah yg ditemui Senin (7/11/2016).

KOMPAS.com/ENI MUSLIHAH Kerupuk Mesuji khas Lampung.

Kami milik kesempatan melihat pembuatannya. Ikan lele sungai terlebih lalu dibelah menjadi beberapa bagian. Lalu, dibentangkan di atas penggilasan plastik kemudian sebuah logam kuningan seperti parutan menyerut ikan hingga ke dasar tulang ikan.

Ikan yg telah halus diserut itu dahulu ditaburi tepung sagu dan diberi garam secukupnya. Kemudian adonan dicetak berbentuk pipih, kriting dan bulat. Setelah selesai dulu dijemur sampai dua hari hingga kering.

“Supaya kerupuk mengembang besar, pastikan digoreng dengan minyak yg cukup dan api yg merata,” kata Midah memberi tips agar kerupuk tak bantat.

Nah, kerupuk yg telah digoreng bersiap makan. Eitt, ingat ya pastikan mengunyah tak terlalu penuh di mulut. Bisa-bisa lecet dan sariawan.

KOMPAS.com/ENI MUSLIHAH Midah, perajin kerupuk mesuji yg tengah mempraktikkan cara membuat makanan favorit warga Mesuji, Provinsi Lampung.

Kerupuk mesuji dari yang berasal tempatnya dibuat saja harganya Rp 75.000 per kilogram. Isinya dapat sampai 30-35 kerupuk mentah. Dan kalau telah digoreng aku mendapatkan kerupuk ini di Pasar Simpang Pematang, Kabupaten Mesuji seharga Rp 5.000 per satuan.

Nah, kalau melewati Mesuji jangan lupa mampir ke pasar atau rumah makan dan coba gurihnya kerupuk mesuji ini.

Sumber: http://travel.kompas.com