Pemandian Air Soda, Dari Angker Menjadi Berkah

By | September 22, 2016

TARUTUNG, KOMPAS.com – Saat Anda sedang mengunjungi Tapanuli Utara, Sumatera Utara, mencoba luangkanlah berwisata ke Pemandian Air Soda. Terletak di Desa Parbubu, wisata ini tergolong murah meriah tapi mengasyikkan.

Hal tersebut tampak dari raut ceria dari wajah puluhan anak-anak yg bermain air di kolam yg berbentuk setengah lingkaran tersebut pada Sabtu (17/9/2016). Di badan mereka menempel buih-buih yg muncul dari dasar kolam.

“Rasanya benar-benar seperti soda yg kalian minum. Kemudian badan jadi hangat kalau kena air soda,” kata Tumpak Sitompul, salah seorang pengunjung.

Sambil berenang, pengunjung juga mampu merasakan udara yg segar dan pemandangan hamparan sawah plus jajaran Bukit Barisan.

Air soda ini pun dipercaya mengandung khasiat bagi menyembuhkan berbagai jenis penyakit.

“Kalau mandi mampu menjadi obat mata dan obat gatal-gatal badan. Kalau diminum jadi  obat rematik, pengapuran, dan  asam urat. Itu hasil uji dokter di Bandung dan Yogyakarta,” kata Minar Sihite, si penemu air soda.

FERRIL DENNYS/KOMPAS.com Seorang pengunjung menikmati Pemandian Air Soda yg terletak Desa Parbubu I, Kecamatan Tarutung, Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara, Sabtu (17/9/2016).

Demi menikmati air soda ini, pengunjung tak perlu merogoh kocek terlalu dalam. Minar mengaku cuma mengutip uang dari pemakaian kamar mandi bagi membilas badan dan sewa ban.

“Selain itu, pendapatannya dari mereka yg makan dan minum di warung kami,” ujar Minar.

Minar kemudian menceritakan awal mulanya membuka Pemandian Air Soda yg berdiri sejak 1973.

“Mulanya mertuaku tinggal di Jakarta. Kami anaknya 8 di Jawa semua. Sesudah umur  90 tahun, mertua ingin pulang ke kampung. Namun, tak ada yg mau pulang anaknya. Saya pun iba. Saya kemudian menetapkan berhenti dari kebidanan dan pulang ke kampung pada tahun 1965,” tutur Minar.  

Dalam suatu momen, Minar berjalan-jalan sendirian ke sebuah hutan yg dulunya terkenal angker. “Lalu aku cicipin airnya. Kok kayak air soda,” jelasnya.

Setelah mencicipi air soda, Minar mengaku berdoa di sebuah tempat rimbun. “Ciptaanmu ini Tuhan mulai aku rawat sampai keturunan saya. Habis berdoa, aku bikin 7 kepal itak gurgur di atas daun pisang,” kenang Minar.

“Kemudian aku bilang kepada kita yg tinggal di tempat ini yg tidak aku kenal, aku mohon bagi meninggalkan tempat ini. Ciptaan Tuhan ini mulai aku rawat jadi mata pencaharian saya,” sambungnya.  

FERRIL DENNYS/KOMPAS.com Minar Sihite yg yaitu pemilik Pemandian Air Soda.

Pada malam hari, Mirna menjelaskan bahwa dirinya didatangi sesosok arwah dalam mimpinya. “Dia berpesan kepada aku bahwa emas, intan, dan berlian ambilah dari tempat ini. Tapi ada perjanjian bahwa tak boleh berbicara kotor, tak boleh telanjang meski anak kecil, dan tak boleh membuat penginapan. Di sini harus hormat,” jelasnya.  

Sehabis menerima pesan tersebut, Minar kemudian membuat kolam. “Awalnya seperti kubangan. Belum nampak mata air. Kira-kira 2 truk batu dulu keluarlah mata airnya,” jelasnya.

Dari “perjanjian” tersebut, Pemandian Air Soda masih kelihatan alami hingga kini. Tak ada hotel atau wisma yg berdiri di sekitaran pemandian.

*****

KompasTravel kembali menghadirkan kuis “Take Me Anywhere 2”. Pemenang mulai mendapatkan kesempatan liburan gratis yg seru ke Yogyakarta selama tiga hari beberapa malam.

Hadiah telah termasuk tiket pesawat, transportasi lokal, hotel, konsumsi, dan beragam aktivitas seru selama di Yogyakarta. Juga raih kesempatan memenangkan hadiah smartphone. Klik link berikut: Catat, 6 Tips “Selfie” Saat Liburan ala “Take Me Anywhere 2”

Sumber: http://travel.kompas.com