Ini Strategi Jitu Indonesia Kembangkan Pariwisata Halal…

By | September 24, 2016

JAKARTA, KOMPAS.com – Strategi memperluas pasar dan bekerjasama mengembangkan paket wisata mulai dikerjakan Indonesia. Langkah tersebut lantaran Indonesia tengah menuju destinasi wisata halal nomor sesuatu di dunia.

“Strategi yg pertama adalah to increase the size. Bagaimana tren pariwisata halal menjadi menjadi lebih besar lagi,” kata Ketua Tim Percepatan dan Pengembangan Wisata Halal, Riyanto Sofyan dalam Jumpa Pers “Pengumuman Pemenang Kompetisi Pariwisata Halal Tingkat Nasional Tahun 2016” di Hotel Sofyan, Jakarta, Rabu (21/9/2016).

Menurut Riyanto, ketika ini wisata halal adalah pariwisata beretika atau bertanggung jawab. Masyarakat di dunia, lanjutnya, tren bergerak ke arah yg organik, sehat, hidup bersama keluarga, dan hal-hal itu adalah pasar wisata halal.

“Di Turki misalnya ada pantai yg dipisahkan laki-laki dan perempuan, turis mancanegara juga tetap tiba karena mereka merasa aman bawa anak-anak. Gak ada orang mabuk di sana. Kan beda kalau kalian di tempat pariwisata umum,” jelasnya.

Ia menambahkan, tren wisata halal bukan cuma dinikmati wisatawan Muslim melainkan juga oleh wisatawan mancanegara non-Muslim. Dengan adanya pasar wisata halal yg berkembang, Riyanto mengatakan, wisatawan tersebut dapat tiba dan merasa aman di destinasi wisata ramah Muslim.

“Strategi pertama itu membesarkan pasar. Sajiannya inklusif tetapi terbuka bagi wisatawan non-Muslim. Misal turis non-Muslim mereka tinggal di Antalya, Turki karena mereka merasa aman yg aku lihat,” ujar Riyanto.

SENDY ADITYA SAPUTRA Peserta Tour de Singkarak (TdS) 2014 disambut dengan tarian khas Minang sebelum memasuki Istano Basa Pagaruyung, di Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, Senin (9/6/2014).

Strategi kedua yg mulai dikerjakan adalah membuat kerja sama pariwisata di negara-negara yg tergabung dalam Organization of Islamic Cooperation (OIC). Riyanto menambahkan, Indonesia mulai bekerja sama dengan negara-negara OIC bagi promosi wisata bersama.

“Masing-masing mereka milik kelebihan tapi yg paling utama adalah bagaimana meningkatkan industri pariwisata bersama. Jadi misalnya dengan bagi Halal Travel Series. Contohnya paket wisata Sabang, Phuket, Langkawi,” ungkap Riyanto.

Ia melanjutkan kerja sama paket-paket wisata ini mulai dibicarakan pada meeting yg membahas wisata halal di Padang tanggal 29 September 2016.
 
Dalam meeting tersebut, Riyanto mulai membahas langkah-langkah kerja sama seperti paket wisata Halal Travel Series dengan kerja sama promosi dan penjualan bersama.
KOMPAS.COM/KARNIA SEPTIA Musik tradisional Suku Sasak, Lombok ikut memeriahkan parade budaya NTB di Mataram, Kamis (18/8/2016).

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pariwisata memutuskan target kunjungan wisatawan Muslim mancanegara sebanyak 5 juta pada tahun 2019. Target tersebut itu naik sebanyak 3 juta kunjungan dibandingkan tahun 2014.

“Caranya (untuk promosi) dengan mengikuti award-award seperti World Halal Travel Award dan tetap kalian imbangi dengan selling, familiarization trip, dan sales mission. Sesuai dengan pasarnya, kalau ke Timur Tengah, tidak mungkin dengan tarian perut. Itu gak dengan budaya mereka,” jelasnya.

*****

KompasTravel kembali menghadirkan kuis “Take Me Anywhere 2”. Pemenang mulai mendapatkan kesempatan liburan gratis yg seru ke Yogyakarta selama tiga hari beberapa malam.

Hadiah telah termasuk tiket pesawat, transportasi lokal, hotel, konsumsi, dan beragam aktivitas seru selama di Yogyakarta. Juga raih kesempatan memenangkan hadiah smartphone. Klik link berikut: Catat, 6 Tips “Selfie” Saat Liburan ala “Take Me Anywhere 2”

Sumber: http://travel.kompas.com