Melepas Rindu Di Pasar Senggol Cologne…

By | September 25, 2016

COLOGNE, KOMPAS.com – Ada sekeping Indonesia di Cologne, Jerman pada akhir minggu lalu. Baru saja memasuki kompleks pusat budaya Alte Feuerwache, hiruk pikuk percakapan dalam bahasa Indonesia segera terdengar mendominasi.

Aroma makanan nusantara juga langsung menyergap penciuman. Seolah pengunjung berada di zona yg berbeda dan meninggalkan suasana asing di Jerman bagi sementara waktu.

Aneka panganan khas akan dari rendang, gudeg dan sate tersaji. Bahkan siomay dan baso serta es campur dan es teler bersiap memanjakan lidah ratusan warga Indonesia yg merantau di wilayah barat Jerman ini.

TONGGIE SIREGAR Suasana Pasar Senggol di Cologne, Jerman, pertengahan September 2016.

Ibarat surga kuliner, para pengunjung seolah tidak berhenti mencicipi makananan dari sesuatu stan ke stan lainnya.

“Saya memang tiba ke sini khusus karena makanannya. Saya telah mencoba baso, sate ayam, siomay dan pempek. Semua makanan aku coba, karena memang kalian dapat menikmati makanan yg mirip dengan rasa aslinya cuma di acara-acara Indonesia saja. Di Jerman susah sekali buat mendapatkan makanan Indonesia yg autentik,” ungkap Zakia Ahmad, warga Jakarta yg telah menetap di Jerman selama tiga tahun terakhir.

Tak cuma buat warga Indonesia, Pasar Senggol juga menarik minat warga asing. Bagi Carlos Nicolas, warga Spanyol yg lahir di Jerman ini, Pasar Senggol menarik karena pertunjukan seninya.

TONGGIE SIREGAR Pasar Senggol di Cologne, Jerman, pertengahan September 2016 menyanyikan aneka kuliner Nusantara.

“Saya tiba buat melihat berbagai pertunjukan budaya Indonesia, terutama pencak silat. Di pasar ini aku juga mampu beli sarung,” ucap Carlos yg ternyata ahli pencak silat.

Setiap tahun sekitar bulan September, Deutsch-Indonesiche Gesselschaft (DGI) atau Persahabatan Jerman-Indonesia, rutin mengadakan Hari Indonesia di Cologne, yg dikenal dengan nama Pasar Senggol.

Acara yg digagas sejak 20 tahun yg dulu ini menghadirkan aneka kuliner, serta pertunjukan tari dan serta acara diskusi dan pemutaran film.

“Kegiatan ini adalah usaha kita buat menjembatani keberasamaan dan perbedaan Indonesia-Jerman. Ini menjadi moment untuk kedua belah pihak bagi duduk dan makan minum bersama-sama, tetapi juga sambil tukar menukar mimpi dan harapan buat Indonesia dan Jerman,” kata Ketua DGI Cologne, Karl Mertes.

TONGGIE SIREGAR Suasana Pasar Senggol di Cologne, Jerman, pertengahan September 2016.

Karl memaparkan, Jerman dan Indonesia bisa saling belajar terutama dalam menyikapi perbedaan.

“Indonesia memiliki slogan Bhinneka Tunggal Ika. Slogan ini dapat jadi refleksi, apalagi Jerman ketika ini didatangi banyak pengungsi dengan kepercayaan yg berbeda. Saya yakin dalam pengalaman sehari-hari Indonesia dan Jerman dapat saling belajar,” ungkap Karl Mertes dalam bahasa Indonesia yg lancar.

Di penghujung acara Pasar Senggol, pengunjung dihibur dengan pertunjukan musik dangdut. Para pengunjung pun ramai memadati area sekitar panggung sambil ikut menari.

Julia Prusseit adalah salah sesuatu di antaranya. “Saya paling senang dengan pertunjukan musik ini. Benar-benar mengingatkan aku kembali mulai suasana positif yg aku alami saat berkunjung ke Indonesia dua pekan yg lalu,” ungkap warga Cologne ini dengan antusias.

TONGGIE SIREGAR Suasana Pasar Senggol di Cologne, Jerman, pertengahan September 2016.

Tak cuma dangdut, musik grup “Bonn Indo” juga menyanyikan lagu-lagu pop tanah air yg kontan membuat pengunjung Indonesia ikut berdendang.

“Senang mampu ikut menyanyikan lagu-lagu yg dahulu suka kalian nyanyikan waktu di Indonesia. Hari ini rasanya lengkap. Bisa puas makan, dengar musik dan bertemu dengan banyak teman-teman Indonesia. Paling tak dapat melepas kangen walau hanya sebentar,” ujar Afrida sambil tersenyum. (Tonggie Siregar, dari Cologne, Jerman)

*****

KompasTravel kembali menghadirkan kuis “Take Me Anywhere 2”. Pemenang mulai mendapatkan kesempatan liburan gratis yg seru ke Yogyakarta selama tiga hari beberapa malam.

Hadiah telah termasuk tiket pesawat, transportasi lokal, hotel, konsumsi, dan beragam aktivitas seru selama di Yogyakarta. Juga raih kesempatan memenangkan hadiah smartphone. Klik link berikut: Catat, 6 Tips “Selfie” Saat Liburan ala “Take Me Anywhere 2”

Sumber: http://travel.kompas.com